
Operasi
ini diadakan guna merebut kembali Papua Barat dari tangan Belanda pada
tahun 1961, Indonesia melalui Komando Tertinggi (Koti) membentuk
Operasi Mandala (TRIKORA).
Tugasnya yaitu merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda.
Kemudian, Armada RI menyiapkan pasukan berani mati, dengan tugas pokok menghancurkan pangkalan Angkatan Laut Belanda di Biak, dan menenggelamkan Kapal Induk Karl Doorman.
Seluruh
mesin-mesin perang RI yang pada waktu itu tergolong canggih telah
disiapkan guna menggempur seluruh armada laut dan pasukan Belanda. Dan
disini adalah beberapa dari sekian banyak personil yang juga disiapkan
pemerintah RI untuk mendukung penghancuran armada belanda di lautan.
Dari
AURI menyiapkan Pesawat Pembom Tupolev-16 (Tu-16) untuk melakukan manuver pemboman dari udara,
ALRI menyiapkan 17 personilnya KOPASKA, sedangkan
ADRI menyiapkan 22 personil RPKAD ditambah dari Kodam Jaya sebanyak 3 orang. Latihan ini diadakan di pulau adem dan seribu secara
tertutup identitasnya
hingga pada puncaknya yaitu Juni 1962. Tidak lama kemudian latihannya
dipindah di Pangkalan Armada RI Ujung Surabaya, latihannya meliputi
keluar masuk kapal selam, problem decompressi chamber serta naik turun
jaring kapal.

Pada pertengahan Agustus 1962, dengan persiapan penuh seluruh personil pilihan tersebut diberangkatkan ke daerah tugas
MANDALA TRIKORA
dengan menggunakan KRI Sam Ratulangi. Mengetahui hal tersebut hingga
pada akhirnya Belanda mengadakan perjanjian damai dengan pemerintahan RI
kemudian mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Indonesia.
Personil
yang tergabung dalam pasukan berani mati tersebut akhirnya kembali
dilebur dan dikembalikan kedalam satuannya masing-masing.
OPERASI DWIKORA

Seusai Operasi Mandala Trikora kemudian pada tahun 1963,
ALRI mendapat perintah dari Komando Tertinggi (Koti) untuk menyiapkan dan melaksanakan
Operasi Dwikora.
Tugasnya mengganyang Pemerintahan Malaysia yang pada waktu itu dipimpin
oleh Tengku Abdurahman. Yang meliputi daratan Malaka, Sarawak,
Singapura dan Sabah (yang pada waktu itu masih tergabung dengan
Malaysia). Operasi dilakukan pada tanggal 15 Maret 1964, seluruh anggota
tim mendapat penjelasan dari Komandan Kopaska bahwa mereka secara
administrasi telah dikeluarkan dari Kedinasan Angkatan Laut dengan
tujuan bila mereka tertangkap dikemudian hari Angkatan Laut bisa
mengelak dari keterlibatanya.
Keseluruh tim sudah berhasil
menyusup dan masuk ke wilayah sasarannya masing-masing dan akan
melaksanakan peledakan di beberapa tempat. Sasarannya yaitu Perkotaan
Singapura, Pelabuhan Port Dickson dan Jaringan pipa air minum di daerah
bukit timah yang membentang dari Johor menuju Naval Air Force SEATO di
Changi.
Namun atas berbagai pertimbangan Pemerintah RI
, akhirnya operasi tersebut dibatalkan dan masing-masing tim yang sudah berada di wilayah penugasan ditarik mundur kejakarta.
Title : Operasi Trikora
Description : Operasi ini diadakan guna merebut kembali Papua Barat dari tangan Belanda pada tahun 1961, Indonesia melalui Komando Tertinggi (Koti) mem...